Memahami proses IPAL rumah sakit merupakan hal yang penting sebelum memasangnya. Dengan ini pihak RS dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan seberapa penting urgensinya.
Pengolahan limbah cair medis tidak boleh dilakukan sembarangan karena mengandung mikroorganisme patogen yang membahayakan kesehatan publik.
Oleh karena itu, di sini kami dari jasapembuatanipal.co.id ingin berusaha menjelaskannya silakan simak penjelasan berikut.
6 Proses IPAL Rumah Sakit dan Pemasangannya
Proses IPAL rumah sakit memerlukan ketelitian tinggi agar aliran limbah dari berbagai ruangan medis dapat mengalir dengan lancar menuju sistem pengolahan.

Kami memastikan setiap struktur tangki terpasang stabil untuk menghindari risiko kebocoran yang bisa mencemari air tanah di sekitar area medis. Berikut adalah tahapan lengkapnya:
1. Persiapan Lahan dan Penggalian
Tahap awal dimulai dengan memilih area yang memudahkan gravitasi dari sumber limbah seperti ruang operasi atau laboratorium menuju tangki.
Kedalaman lubang galian harus disesuaikan dengan dimensi tangki, dengan tambahan lebar sekitar 30-50 cm guna memudahkan proses pemadatan tanah nantinya. Selain itu, kami membuat lantai kerja dari pasir padat atau cor beton tipis agar posisi tangki tetap stabil dan tidak miring saat dioperasikan.
2. Penurunan dan Penempatan Tangki
Mobilisasi tangki dilakukan secara perlahan menggunakan alat bantu seperti hoist atau crane untuk menghindari terjadinya keretakan pada bodi unit.
Setelah tangki berada di dalam lubang, kami melakukan leveling untuk memastikan posisi tangki tegak lurus secara presisi. Hal ini sangat penting agar sistem peluapan air dan sekat-sekat di dalam tangki berfungsi optimal sesuai alur pengolahan biologi yang direncanakan.
3. Koneksi Perpipaan
Pemasangan pipa dimulai dengan menyambungkan saluran limbah utama rumah sakit ke lubang inlet tangki secara kedap air.
Lubang outlet kemudian dihubungkan ke saluran pembuangan akhir atau unit desinfeksi tambahan. Jangan lupa, kami juga memasang pipa ventilasi untuk membuang gas hasil proses anaerob agar tidak menimbulkan tekanan udara atau aroma tidak sedap yang masuk kembali ke dalam gedung.
4. Pengurukan dan Pengisian Air
Bagaimana cara menjaga agar dinding tangki tetap kokoh saat ditimbun tanah? Kami melakukan pengisian air ke dalam tangki secara bertahap bersamaan dengan proses pengurukan tanah di sisi luar.
Cara ini bertujuan untuk menyeimbangkan tekanan agar dinding tangki tidak melengkung atau pecah. Tanah urukan dimasukkan lapis demi lapis dan dipadatkan secara merata di sekeliling unit instalasi.
5. Pemasangan Komponen Pendukung
Pemasangan komponen mekanikal dan elektrikal menjadi langkah berikutnya untuk mendukung kinerja bakteri.
Kami memasang mesin blower dan diffuser untuk menyuplai oksigen, serta panel kontrol otomatis yang mengatur pompa dan sensor indikator limbah. Sebagai tahap akhir, unit desinfeksi berupa klorinator atau sistem sinar UV dipasang pada jalur keluar guna memastikan bakteri patogen benar-benar mati.
6. Commissioning dan Pemenuhan Kriteria SLO
Tahap terakhir adalah uji coba atau commissioning untuk mengecek adanya kebocoran serta memastikan seluruh mesin berfungsi dengan baik.
IPAL dianggap layak beroperasi jika SLO sudah terbit dan memenuhi parameter dalam Permen LHK No. 68 Tahun 2016 atau Permenkes No. 7/2019 tentang kesehatan lingkungan rumah sakit.
Setelah itu, kami melakukan inokulasi bakteri pengurai ke dalam tangki untuk memulai proses pengolahan secara biologis yang stabil.
Cara Kerja Pengolahan IPAL di Lingkungan Rumah Sakit
Cara kerja pengolahan IPAL di rumah sakit merupakan kombinasi dari berbagai metode teknis untuk menghilangkan kontaminan kimia dan biologis yang berbahaya.
Kami merancang alur yang sistematis agar setiap liter air limbah yang keluar dari fasilitas kesehatan sudah berada di bawah ambang batas baku mutu. Berikut adalah proses IPAL rumah sakit dari segi cara kerjanya:
- Pre-treatment (Pengolahan Awal): Limbah disaring menggunakan bar screen dan fine screen untuk memisahkan sampah padat seperti kain kasa atau plastik medis agar tidak merusak pompa.
- Bak Ekualisasi: Air limbah ditampung untuk menyeragamkan debit, pH, dan suhu sebelum masuk ke proses pengolahan inti.
- Pengolahan Primer: Meliputi penggunaan grease trap untuk memisahkan lemak, serta proses koagulasi dan sedimentasi untuk mengendapkan partikel kecil menjadi flok.
- Pengolahan Sekunder (Biologis): Menggunakan sistem Anaerob dan Aerob (Aeration Tank) di mana mikroorganisme aktif mengurai bahan organik berbahaya dengan bantuan suplai oksigen.
- Pengolahan Tersier (Desinfeksi): Penggunaan klorin atau sinar UV sebagai tahap akhir untuk memastikan air bebas dari bakteri koliform dan virus berbahaya.
- Bak Kontrol dan Output: Air yang telah bersih dipantau kualitasnya (target BOD ≤ 30 mg/L, COD ≤ 80 mg/L) sebelum dialirkan ke saluran umum atau badan air
Itu dia penjelasan mengenai proses IPAL rumah sakit. Termasuk prosedur dan cara kerjanya.
Butuh Bantuan untuk memasang IPAL? Jika Anda memerlukan solusi yang andal dan sesuai standar Permen LHK No. 68 Tahun 2016 silakan hubungi kami.
Jasa pembuatan IPAL telah berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidangnya. Selain itu, perusahaan kami juga telah bersertifikat ISO 9001, ISO 45001, dan ISO 14001.
FAQ
Berapa lama bakteri pengurai mulai bekerja efektif setelah inokulasi?
Biasanya bakteri membutuhkan waktu adaptasi sekitar 2 hingga 4 minggu untuk berkembang biak secara optimal dan mulai mengurai beban organik dalam limbah secara maksimal.
Apakah IPAL rumah sakit bisa dibangun di area lahan terbatas?
Tentu saja, kami menyediakan solusi teknologi dengan sistem paket yang lebih ringkas namun memiliki performa tinggi, sehingga tetap efektif meski lahan yang tersedia cukup sempit. Informasi lebih lanjut cek layanan kontraktor IPAL rumah sakit.
Bagaimana jika sistem IPAL mengeluarkan bau tidak sedap?
Bau biasanya terjadi karena kurangnya suplai oksigen dari blower atau matinya koloni bakteri pengurai. Perawatan rutin dan pengecekan sensor udara sangat diperlukan untuk mencegah hal tersebut terjadi.